‘Sial!! Gua gak dapet shake-nya.’
batinnya benci. Dingin malam yang membuatnya gila ini malah
semakin membabi buta permukaan kulit sawo matangnya. Siapa sangka,
dengan beribu-ribu alasan yang ia lontarkan pada adik mungilnya
ternyata hanya sia-sia belaka. Tak ada hasil secuil pun ia bawa
pulang. ‘Siaaall!’
bencinya ia.
Jalanan kota pengap ini rame. Sana sini banyak penjual.
Hilir mudik para manusia dengan segala pekerjaannya. Suara tawa yang
hanya membuat bising telinga. ‘Aarrggh.! tak
ada pandangan lain yang bisa ku buat mainan’.
Langkah kaki panjangku semakin bertambah menyusuri taman pinggir kota
yang pengap ini. Dan tujuanku lain yang semakin nyata terbentang,
duduk disana. Air mancur. Sepertinya lebih nyaman dari pada melihat
para menusia yang hanya membuat bising telinga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar